Lewati ke konten
Keluarga Besar Sniper · Seniman Pertanian
Beranda · Jurnal · metode tanam

Jenis-Jenis Mikoriza dan Fungsinya pada Tanaman Hortikultura

Tim Seniman Pertanian Diperbarui 8 menit baca 1.501 kata

Istilah “mikoriza” sebenarnya mencakup beberapa kelompok jamur dengan cara kerja, inang yang sesuai, dan mekanisme simbiosis yang sangat berbeda. Petani yang memilih produk mikoriza tanpa memahami jenis yang cocok untuk tanamannya bisa berakhir dengan produk yang tidak bekerja sama sekali di lahannya — karena mengandung jenis mikoriza yang salah.

📖 Panduan lengkap: baca Mikoriza Adalah: Pengertian, Jenis, Manfaat, dan Cara Aplikasi Lengkap untuk memahami dasar-dasar mikoriza secara menyeluruh sebelum menerapkannya di lahan Anda.

Dua Kelompok Utama Mikoriza

Secara besar, mikoriza dibagi menjadi dua kelompok utama berdasarkan cara jamur berinteraksi dengan akar tanaman:

1. Ektomikoriza (Ectomycorrhiza)

Ektomikoriza membentuk selubung luar (mantel) di sekeliling akar tanpa masuk ke dalam sel akar. Hifa-hifa jamur menyusup di antara sel-sel lapisan luar akar, tapi tidak pernah menembus masuk ke dalam sel itu sendiri.

Tanaman inang yang sesuai: Pohon-pohon besar seperti pinus, oak, birch, beech, ekaliptus, dan cemara. Ektomikoriza adalah jamur hutan, bukan jamur pertanian.

Relevansi untuk petani hortikultura: Hampir tidak ada. Ektomikoriza tidak berkolonisasi di akar cabai, tomat, bawang, atau tanaman hortikultura lainnya. Produk yang mengandung ektomikoriza saja tidak akan efektif di kebun cabai.

2. Mikoriza Arbuskular / Endomikoriza (AM Fungi)

Ini adalah jenis yang relevan untuk pertanian hortikultura. Berbeda dengan ektomikoriza, mikoriza arbuskular masuk ke dalam sel akar dan membentuk struktur bercabang yang disebut arbuskul — tempat pertukaran nutrisi antara jamur dan tanaman terjadi secara langsung.

Tanaman inang yang sesuai: Lebih dari 80% tanaman darat, termasuk hampir semua tanaman pertanian: cabai, tomat, jagung, kedelai, bawang merah, kentang, melon, semangka, padi, dan ratusan tanaman lainnya.

Karakteristik kunci:

  • Obligate symbiont — tidak bisa hidup mandiri tanpa inang tanaman
  • Tidak menghasilkan spora yang terlihat di atas tanah
  • Termasuk dalam filum Glomeromycota
  • Spesies yang paling banyak diteliti: Rhizophagus irregularis (dulu bernama Glomus intraradices)

Spesies AM Fungi yang Dipakai dalam Pertanian

Dalam dunia pertanian komersial, beberapa spesies AM Fungi sudah terbukti efektif dan diproduksi secara komersial:

Rhizophagus irregularis — spesies paling banyak diteliti, bekerja pada spectrum tanaman paling luas, termasuk cabai dan tomat

Glomus mosseae — efektif di banyak tanaman hortikultura, toleran terhadap tanah yang agak lebih kering

Glomus etunicatum — sering dikombinasikan dengan spesies lain untuk coverage yang lebih luas

Funneliformis geosporum — efektif di tanah dengan kadar garam lebih tinggi

Produk mikoriza berkualitas untuk pertanian biasanya mengandung campuran beberapa spesies ini untuk memastikan kolonisasi optimal di berbagai kondisi tanah.

Kenapa Tanaman Brassicaceae Tidak Cocok dengan Mikoriza

Ada pengecualian penting yang perlu diketahui petani: tanaman dari famili Brassicaceae (Cruciferae) tidak membentuk simbiosis dengan mikoriza arbuskular. Ini termasuk:

  • Kubis, brokoli, kembang kol
  • Bayam
  • Lobak dan lobak daikon
  • Sawi dan pakchoi
  • Kangkung (dalam beberapa kondisi)

Mengapa? Karena tanaman Brassicaceae mengandung senyawa glucosinolate yang bersifat fungisidal — secara tidak sengaja meracuni mikoriza. Ini juga punya implikasi penting untuk rotasi tanaman: menanam Brassicaceae sebelum cabai bisa menurunkan populasi mikoriza alami di tanah.

Fungsi Spesifik Mikoriza Arbuskular di Tanaman Cabai

Fosfor — Nutrisi yang Paling Dibantu Mikoriza

Fosfor adalah nutrisi yang paling signifikan dipengaruhi mikoriza. Di tanah pertanian yang sudah intensif, fosfor sering terikat oleh aluminium, besi (di tanah asam), atau kalsium (di tanah basa) — tidak tersedia untuk diserap akar.

Hifa mikoriza menghasilkan enzim fosfatase yang memecah ikatan ini, sekaligus membawa fosfor melalui jaringan hifa langsung ke dalam sel arbuskul tempat nutrisi dipindahkan ke tanaman.

Zinc dan Tembaga

Selain fosfor, mikoriza juga meningkatkan serapan zinc (Zn) dan tembaga (Cu) secara signifikan. Kedua mikronutrien ini penting untuk enzim pembentuk klorofil dan daya tahan tanaman terhadap stres.

Air — Lewat Jalur yang Lebih Luas

Jaringan hifa yang menjangkau hingga beberapa sentimeter dari akar memberikan akses ke air di pori-pori tanah yang terlalu kecil untuk dimasuki rambut akar. Efeknya terasa terutama saat kemarau.

Perbedaan Produk Mikoriza di Pasaran

Tidak semua produk mikoriza yang dijual di pasaran setara. Ini yang perlu diperhatikan:

AspekProduk BerkualitasProduk Murah
KandunganSpesies AM Fungi yang validSering tidak jelas atau campuran ektomikoriza
ViabilitasSpora hidup, >50 propagule/gramSpora sudah mati atau tidak aktif
LabelCFU/g atau propagule/g tercantum jelasTidak ada data populasi
FormulasiGranul, WP, atau cairan yang melindungi sporaBubuk tanpa perlindungan

MycoSniper menggunakan spesies AM Fungi yang valid dan dikombinasikan dengan Bacillus subtilis — memberikan perlindungan dari dua sisi sekaligus: efisiensi nutrisi dari mikoriza dan perlindungan biologis dari Bacillus. Baca lebih lanjut: Kenapa MycoSniper Berbeda dari Produk Mikoriza Biasa

FAQ Jenis Mikoriza

Apakah produk yang berlabel “mikoriza” di pasaran selalu mengandung AM Fungi? Tidak selalu. Beberapa produk mengandung ektomikoriza yang tidak bekerja di tanaman hortikultura. Selalu cek spesies yang tercantum di label — pastikan ada nama seperti Rhizophagus irregularis, Glomus mosseae, atau nama Glomus lainnya.

Berapa populasi spora yang idealnya ada dalam produk mikoriza untuk cabai? Minimum 50 propagule aktif per gram produk. Produk premium biasanya mengandung 100-500 propagule per gram.

Apakah mikoriza lokal di tanah bisa diandalkan atau tetap perlu beli produk? Tanah pertanian yang sudah lama diolah intensif dengan fungisida dan pupuk fosfor tinggi biasanya memiliki populasi mikoriza alami yang sangat rendah — sering di bawah level yang efektif. Inokulasi dengan produk komersial dianjurkan terutama di 2-3 musim pertama.

Apa perbedaan antara mikoriza arbuskular dan endomikroiza? Keduanya istilah yang sering digunakan bergantian untuk kelompok yang sama — AM Fungi yang masuk ke dalam sel akar (endo = dalam). Berbeda dengan ektomikoriza yang hanya menyelubungi akar dari luar.

Apakah ada risiko negatif dari penggunaan mikoriza terlalu banyak? Secara umum tidak. Mikoriza adalah organisme yang sudah berevoluasi bersama tanaman selama ratusan juta tahun. Tidak ada kasus “overdosis mikoriza” yang dilaporkan dalam literatur ilmiah. Yang bisa terjadi adalah pemborosan produk jika kondisi tanah sudah kaya mikoriza alami.

Apakah ada varietas cabai yang tidak cocok dengan mikoriza? Semua varietas cabai (Capsicum annuum, C. frutescens, dll.) kompatibel dengan AM Fungi. Tidak ada varietas cabai komersial yang diketahui tidak bisa berkolonisasi dengan mikoriza arbuskular.

Pertanyaan yang Paling Sering Muncul

Berapa lama untuk melihat hasil nyata? Tanda pertama biasanya terlihat dalam 3-4 minggu: respons yang sedikit lebih cepat terhadap pemupukan dan vigor pertumbuhan yang lebih merata. Manfaat penuh, terutama dalam hal efisiensi pupuk dan ketahanan terhadap penyakit, umumnya terasa jelas di musim kedua dan ketiga program yang konsisten.

Apakah bisa dicampur dengan pupuk cair? Tergantung jenis pupuk. Pupuk organik cair yang kompatibel bisa dicampur dan justus meningkatkan efektivitas. Hindari pencampuran dengan fungisida apapun, pupuk dengan pH ekstrem, atau pupuk yang mengandung bahan antimikroba. Berikan jeda 3-5 hari antara aplikasi fungisida dan inokulasi mikoriza.

Apakah perlu terus dibeli setiap musim? Populasi mikoriza yang sudah terbentuk akan bertahan di tanah selama kondisi mendukung, tapi inokulasi ulang di awal setiap musim tetap direkomendasikan untuk memastikan kontak awal yang optimal dengan akar baru bibit yang ditanam. Biaya inokulasi ulang jauh lebih kecil dari manfaat yang diberikannya sepanjang satu musim tanam penuh.

Kesimpulan: Investasi Terbaik untuk Produktivitas Jangka Panjang

Di antara semua input yang bisa ditambahkan ke program pertanian, mikoriza adalah yang paling unik karena memberikan return yang terus bertumbuh dari musim ke musim seiring ekosistem yang semakin matang. Tidak seperti pupuk yang efeknya habis di akhir musim, populasi mikoriza yang dibangun dengan benar meninggalkan aset biologis permanen di dalam tanah yang terus bekerja untuk musim-musim berikutnya.

Memulai lebih awal selalu lebih baik dari menunggu. Setiap musim tanam yang berlalu tanpa program mikoriza adalah musim di mana potensi lahan tidak termanfaatkan sepenuhnya. Dan setiap musim dengan program yang konsisten adalah investasi yang semakin efisien dan semakin menguntungkan dari musim sebelumnya.

Apa yang Terjadi Jika Tidak Ada Mikoriza di Lahan Anda

Bayangkan tanaman Anda harus mencari makan hanya dengan tangannya sendiri di ruang sempit — itulah kondisi akar tanpa mikoriza. Zona penyerapan efektif akar tanpa bantuan hifa mikoriza hanya sekitar 1-2 mm dari permukaan akar. Di luar zona sempit itu, semua nutrisi yang ada di tanah praktis tidak terjangkau dan tidak bisa dimanfaatkan sekalipun tersedia dalam jumlah berlimpah.

Akibat yang paling sering terlihat di lapangan: tanaman tampak merespons pemupukan di hari-hari pertama tapi efeknya cepat habis, memaksa petani untuk memupuk lebih sering dari yang seharusnya diperlukan. Ini bukan karena tanahnya miskin nutrisi — sering justru sebaliknya. Ini karena tidak ada infrastruktur biologis yang efisien untuk mendistribusikan nutrisi dari tanah ke tanaman secara berkelanjutan.

Kondisi tanpa mikoriza juga membuat tanaman jauh lebih rentan terhadap stres kekeringan. Tanaman dengan mikoriza aktif bisa bertahan 2-3 hari lebih lama tanpa irigasi karena hifa mengakses air dari lapisan tanah yang lebih dalam. Tanpa mikoriza, tanaman lebih cepat layu ketika ada jeda irigasi singkat sekalipun, yang di musim kemarau bisa berarti perbedaan antara tanaman yang selamat dan yang mati permanen.

Langkah Memulai Program Mikoriza yang Benar

Untuk petani yang belum pernah menggunakan mikoriza atau baru ingin memulai, rekomendasi yang paling praktis adalah memulai dari persemaian — bukan menunggu transplanting, dan bukan menunggu musim berikutnya. Inokulasi di persemaian memberikan waktu paling panjang bagi simbiosis untuk berkembang sebelum tanaman menghadapi tekanan di lahan.

Pilih produk yang mengandung strain mikoriza arbuskular yang sudah terverifikasi viabilitasnya, idealnya dikombinasikan dengan Bacillus subtilis yang secara sinergis meningkatkan kecepatan pembentukan simbiosis dan memberikan lapisan perlindungan tambahan terhadap patogen akar. Konsistensi aplikasi setiap 3-4 minggu sepanjang musim tanam adalah kunci untuk mempertahankan populasi yang sudah dibangun dan memperluas kolonisasi ke zona akar baru yang terus tumbuh.

Punya pertanyaan tentang topik ini?

Konsultan komunitas siap membantu mendiskusikan kasus spesifik di lahanmu. Pendampingan 24 jam untuk anggota.

Lanjutkan Membaca