Jenis-Jenis Mikoriza dan Fungsinya pada Tanaman Hortikultura
Istilah “mikoriza” sebenarnya mencakup beberapa kelompok jamur dengan cara kerja, inang yang sesuai, dan mekanisme simbiosis yang sangat berbeda. Petani yang memilih produk mikoriza tanpa memahami jenis yang cocok untuk tanamannya bisa berakhir dengan produk yang tidak bekerja sama sekali di lahannya — karena mengandung jenis mikoriza yang salah.
Dua Kelompok Utama Mikoriza
Secara besar, mikoriza dibagi menjadi dua kelompok utama berdasarkan cara jamur berinteraksi dengan akar tanaman:
1. Ektomikoriza (Ectomycorrhiza)
Ektomikoriza membentuk selubung luar (mantel) di sekeliling akar tanpa masuk ke dalam sel akar. Hifa-hifa jamur menyusup di antara sel-sel lapisan luar akar, tapi tidak pernah menembus masuk ke dalam sel itu sendiri.
Tanaman inang yang sesuai: Pohon-pohon besar seperti pinus, oak, birch, beech, ekaliptus, dan cemara. Ektomikoriza adalah jamur hutan, bukan jamur pertanian.
Relevansi untuk petani hortikultura: Hampir tidak ada. Ektomikoriza tidak berkolonisasi di akar cabai, tomat, bawang, atau tanaman hortikultura lainnya. Produk yang mengandung ektomikoriza saja tidak akan efektif di kebun cabai.
2. Mikoriza Arbuskular / Endomikoriza (AM Fungi)
Ini adalah jenis yang relevan untuk pertanian hortikultura. Berbeda dengan ektomikoriza, mikoriza arbuskular masuk ke dalam sel akar dan membentuk struktur bercabang yang disebut arbuskul — tempat pertukaran nutrisi antara jamur dan tanaman terjadi secara langsung.
Tanaman inang yang sesuai: Lebih dari 80% tanaman darat, termasuk hampir semua tanaman pertanian: cabai, tomat, jagung, kedelai, bawang merah, kentang, melon, semangka, padi, dan ratusan tanaman lainnya.
Karakteristik kunci:
- Obligate symbiont — tidak bisa hidup mandiri tanpa inang tanaman
- Tidak menghasilkan spora yang terlihat di atas tanah
- Termasuk dalam filum Glomeromycota
- Spesies yang paling banyak diteliti: Rhizophagus irregularis (dulu bernama Glomus intraradices)
Spesies AM Fungi yang Dipakai dalam Pertanian
Dalam dunia pertanian komersial, beberapa spesies AM Fungi sudah terbukti efektif dan diproduksi secara komersial:
Rhizophagus irregularis — spesies paling banyak diteliti, bekerja pada spectrum tanaman paling luas, termasuk cabai dan tomat
Glomus mosseae — efektif di banyak tanaman hortikultura, toleran terhadap tanah yang agak lebih kering
Glomus etunicatum — sering dikombinasikan dengan spesies lain untuk coverage yang lebih luas
Funneliformis geosporum — efektif di tanah dengan kadar garam lebih tinggi
Produk mikoriza berkualitas untuk pertanian biasanya mengandung campuran beberapa spesies ini untuk memastikan kolonisasi optimal di berbagai kondisi tanah.
Kenapa Tanaman Brassicaceae Tidak Cocok dengan Mikoriza
Ada pengecualian penting yang perlu diketahui petani: tanaman dari famili Brassicaceae (Cruciferae) tidak membentuk simbiosis dengan mikoriza arbuskular. Ini termasuk:
- Kubis, brokoli, kembang kol
- Bayam
- Lobak dan lobak daikon
- Sawi dan pakchoi
- Kangkung (dalam beberapa kondisi)
Mengapa? Karena tanaman Brassicaceae mengandung senyawa glucosinolate yang bersifat fungisidal — secara tidak sengaja meracuni mikoriza. Ini juga punya implikasi penting untuk rotasi tanaman: menanam Brassicaceae sebelum cabai bisa menurunkan populasi mikoriza alami di tanah.
Fungsi Spesifik Mikoriza Arbuskular di Tanaman Cabai
Fosfor — Nutrisi yang Paling Dibantu Mikoriza
Fosfor adalah nutrisi yang paling signifikan dipengaruhi mikoriza. Di tanah pertanian yang sudah intensif, fosfor sering terikat oleh aluminium, besi (di tanah asam), atau kalsium (di tanah basa) — tidak tersedia untuk diserap akar.
Hifa mikoriza menghasilkan enzim fosfatase yang memecah ikatan ini, sekaligus membawa fosfor melalui jaringan hifa langsung ke dalam sel arbuskul tempat nutrisi dipindahkan ke tanaman.
Zinc dan Tembaga
Selain fosfor, mikoriza juga meningkatkan serapan zinc (Zn) dan tembaga (Cu) secara signifikan. Kedua mikronutrien ini penting untuk enzim pembentuk klorofil dan daya tahan tanaman terhadap stres.
Air — Lewat Jalur yang Lebih Luas
Jaringan hifa yang menjangkau hingga beberapa sentimeter dari akar memberikan akses ke air di pori-pori tanah yang terlalu kecil untuk dimasuki rambut akar. Efeknya terasa terutama saat kemarau.
Perbedaan Produk Mikoriza di Pasaran
Tidak semua produk mikoriza yang dijual di pasaran setara. Ini yang perlu diperhatikan:
| Aspek | Produk Berkualitas | Produk Murah |
|---|---|---|
| Kandungan | Spesies AM Fungi yang valid | Sering tidak jelas atau campuran ektomikoriza |
| Viabilitas | Spora hidup, >50 propagule/gram | Spora sudah mati atau tidak aktif |
| Label | CFU/g atau propagule/g tercantum jelas | Tidak ada data populasi |
| Formulasi | Granul, WP, atau cairan yang melindungi spora | Bubuk tanpa perlindungan |
MycoSniper menggunakan spesies AM Fungi yang valid dan dikombinasikan dengan Bacillus subtilis — memberikan perlindungan dari dua sisi sekaligus: efisiensi nutrisi dari mikoriza dan perlindungan biologis dari Bacillus. Baca lebih lanjut: Kenapa MycoSniper Berbeda dari Produk Mikoriza Biasa
FAQ Jenis Mikoriza
Apakah produk yang berlabel “mikoriza” di pasaran selalu mengandung AM Fungi? Tidak selalu. Beberapa produk mengandung ektomikoriza yang tidak bekerja di tanaman hortikultura. Selalu cek spesies yang tercantum di label — pastikan ada nama seperti Rhizophagus irregularis, Glomus mosseae, atau nama Glomus lainnya.
Berapa populasi spora yang idealnya ada dalam produk mikoriza untuk cabai? Minimum 50 propagule aktif per gram produk. Produk premium biasanya mengandung 100-500 propagule per gram.
Apakah mikoriza lokal di tanah bisa diandalkan atau tetap perlu beli produk? Tanah pertanian yang sudah lama diolah intensif dengan fungisida dan pupuk fosfor tinggi biasanya memiliki populasi mikoriza alami yang sangat rendah — sering di bawah level yang efektif. Inokulasi dengan produk komersial dianjurkan terutama di 2-3 musim pertama.
Apa perbedaan antara mikoriza arbuskular dan endomikroiza? Keduanya istilah yang sering digunakan bergantian untuk kelompok yang sama — AM Fungi yang masuk ke dalam sel akar (endo = dalam). Berbeda dengan ektomikoriza yang hanya menyelubungi akar dari luar.
Apakah ada risiko negatif dari penggunaan mikoriza terlalu banyak? Secara umum tidak. Mikoriza adalah organisme yang sudah berevoluasi bersama tanaman selama ratusan juta tahun. Tidak ada kasus “overdosis mikoriza” yang dilaporkan dalam literatur ilmiah. Yang bisa terjadi adalah pemborosan produk jika kondisi tanah sudah kaya mikoriza alami.
Apakah ada varietas cabai yang tidak cocok dengan mikoriza? Semua varietas cabai (Capsicum annuum, C. frutescens, dll.) kompatibel dengan AM Fungi. Tidak ada varietas cabai komersial yang diketahui tidak bisa berkolonisasi dengan mikoriza arbuskular.
