Lewati ke konten
Keluarga Besar Sniper · Seniman Pertanian
Beranda · Jurnal · metode tanam

Pupuk NPK untuk Cabai: Dosis, Waktu, dan Cara Aplikasi yang Tepat

Tim Seniman Pertanian 7 menit baca 1.500 kata

Pemupukan adalah salah satu biaya terbesar dalam budidaya cabai sekaligus variabel yang paling menentukan hasil akhir. Terlalu sedikit pupuk membatasi pertumbuhan. Terlalu banyak — terutama nitrogen — membuat tanaman tumbuh vegetatif berlebih (daun lebat tapi buah sedikit) dan rentan penyakit. Kuncinya bukan "berapa banyak" tapi "apa, kapan, dan bagaimana".

Memahami Peran N, P, K pada Cabai

Nitrogen (N) — unsur pembangun. Mendorong pertumbuhan daun, batang, dan akar. Paling dibutuhkan di fase vegetatif awal (0-30 HST). Berlebih di fase generatif = daun tebal, buah sedikit, mudah terserang jamur.

Fosfor (P) — unsur energi dan perakaran. Penting untuk pembentukan akar kuat, transfer energi (ATP), perkembangan bunga dan biji. Paling dibutuhkan di awal penanaman dan awal pembungaan. Ketersediaannya sangat dipengaruhi pH tanah.

Kalium (K) — unsur kualitas. Mengatur tekanan osmotik sel, ketebalan dinding sel, rasa dan ukuran buah, ketahanan terhadap penyakit dan kekeringan. Paling dibutuhkan saat buah mulai terbentuk hingga panen.

Fase Pertumbuhan dan Kebutuhan Hara

Fase I: Vegetatif Awal (0-30 HST)

Tujuan: membangun sistem akar dan kanopi yang kuat sebagai basis produksi.

Kebutuhan: N tinggi, P cukup, K rendah. Gunakan NPK 20-10-10 atau 15-15-15. Dosis: 3-5 gram per tanaman per minggu via kocoran (dilarutkan dalam air), atau 5-10 gram per tanaman ditaburkan di sekitar pangkal tanaman dan ditutup tanah.

Kocoran lebih efisien: unsur hara langsung tersedia di zona akar tanpa perlu menunggu hujan atau penyiraman melarutkan.

Fase II: Transisi Generatif (30-50 HST)

Tujuan: memicu pembungaan dan mencegah "stuck vegetatif".

Kebutuhan: Kurangi N, naikkan P dan K. Gunakan NPK 10-20-20 atau 6-30-30. Di fase ini, kelebihan N adalah musuh — tanaman terus tumbuh daun dan tidak mau berbunga. Jika tanaman sudah berbunga normal, lanjutkan dengan NPK seimbang.

Fase III: Produksi Buah (50+ HST)

Tujuan: memaksimalkan ukuran, berat, dan kualitas buah.

Kebutuhan: K tinggi. Gunakan NPK 12-6-22 atau KCl tambahan 2-3 gram per tanaman. K meningkatkan ketebalan dinding buah, kecerahan warna, dan ketahanan simpan. Buah cabai yang kekurangan K cenderung keriput, warna pucat, dan mudah busuk.

Dosis Pemupukan per Hektar (Acuan)

Untuk tanaman cabai dengan populasi ±18.000 tanaman/ha (jarak tanam 70×80 cm):

  • Pupuk dasar (sebelum tanam): pupuk kandang 10-15 ton/ha + TSP/SP-36 150 kg/ha
  • Susulan 1 (14 HST): Urea 75 kg + KCl 50 kg
  • Susulan 2 (28 HST): Urea 75 kg + KCl 75 kg
  • Susulan 3 (42 HST): NPK 15-15-15 sebanyak 100 kg
  • Susulan 4 (56 HST): KCl 100 kg + NPK 10-20-20 sebanyak 75 kg
  • Susulan 5+ (setiap 14 hari): KCl 75-100 kg/ha

Dosis ini adalah panduan umum — sesuaikan berdasarkan hasil analisis tanah dan kondisi aktual pertumbuhan tanaman.

Pupuk Daun sebagai Komplemen

Pupuk tanah menyediakan makronutrien, tapi unsur mikro (Zn, Mn, Fe, B, Mo) sering tidak mencukupi dari tanah — terutama di lahan yang sudah sering ditanami. Defisiensi unsur mikro tidak terlihat jelas tapi mengurangi produktivitas secara signifikan.

Pupuk daun berbasis micronutrient seperti NutriShoot diaplikasikan via semprot setiap 10-14 hari, memberikan unsur mikro yang diserap langsung lewat stomata daun. Respons terlihat dalam 3-5 hari: daun lebih segar, bunga lebih lebat, buah lebih seragam ukurannya. Ini bukan pengganti pupuk tanah — ini pelengkap yang menutup celah nutrisi yang sering terlewat.

Cara Aplikasi yang Benar

Kocoran

Larutkan pupuk dalam air (1 liter per tanaman sudah cukup). Kocorkan di sekitar pangkal tanaman, jangan tepat di batang. Waktu terbaik: pagi hari setelah embun turun atau sore menjelang malam — menghindari penguapan berlebih di siang hari.

Tabur

Taburkan pupuk melingkar di sekitar tanaman dengan radius 10-15 cm dari pangkal batang. Jangan mengenai daun atau batang. Segera siram atau tunggu hujan untuk melarutkan.

Pupuk Daun (Foliar)

Semprotkan di pagi hari saat stomata daun terbuka. Semprotkan ke permukaan bawah daun untuk penyerapan lebih baik. Hindari aplikasi saat cuaca panas terik atau sesaat sebelum hujan.

Tanda Kelebihan Pupuk

Pemupukan berlebih bisa merusak tanaman:

  • Leaf burn (tepi daun terbakar) — tanda kelebihan garam mineral
  • Tanaman layu meski tanah lembab — osmotik stress akibat konsentrasi garam terlalu tinggi di tanah
  • Pertumbuhan vegetatif berlebih, bunga rontok — tanda kelebihan nitrogen

Kesimpulan

Pemupukan NPK yang efektif adalah tentang ritme dan proporsi yang sesuai fase pertumbuhan — bukan tentang memberikan sebanyak mungkin. Mulai dengan N tinggi di awal, geser ke K tinggi saat berbuah, dan lengkapi dengan pupuk daun micronutrient. Tanaman yang dipupuk dengan strategi yang tepat menghasilkan buah lebih banyak, lebih seragam, dan lebih tahan penyakit.

Punya pertanyaan tentang topik ini?

Konsultan komunitas siap membantu mendiskusikan kasus spesifik di lahanmu. Pendampingan 24 jam untuk anggota.

Lanjutkan Membaca