Lewati ke konten
Keluarga Besar Sniper · Seniman Pertanian
Beranda · Jurnal · budidaya

Trichoderma untuk Jeruk: Cegah Busuk Akar dan Tingkatkan Kesehatan Pohon

Tim Seniman Pertanian 5 menit baca 1.067 kata
Trichoderma untuk Jeruk: Cegah Busuk Akar dan Tingkatkan Kesehatan Pohon

Trichoderma untuk Jeruk: Cegah Busuk Akar dan Tingkatkan Kesehatan Pohon

Pekebun jeruk di banyak sentra produksi Indonesia cukup akrab dengan istilah "penyakit busuk pangkal batang" yang bisa membuat pohon jeruk produktif mati mendadak dalam hitungan bulan. Penyakit ini, yang umumnya dipicu oleh cendawan Phytophthora, menyerang jaringan kulit kayu di pangkal batang dekat permukaan tanah, sering kali muncul setelah periode hujan panjang yang membuat area perakaran tergenang air dalam waktu lama.

Selain busuk pangkal batang, akar jeruk juga rentan terhadap gangguan nematoda dan cendawan tanah lain yang secara perlahan melemahkan kemampuan pohon menyerap air dan hara. Kombinasi masalah ini membuat pengelolaan kesehatan akar menjadi salah satu aspek paling krusial dalam budidaya jeruk, terutama pada lahan dengan drainase yang kurang ideal.

Karakteristik Penyakit Busuk Akar dan Pangkal Batang Jeruk

Phytophthora pada jeruk umumnya menyerang melalui dua jalur: infeksi langsung pada akar yang menyebabkan busuk akar, dan infeksi pada pangkal batang yang menyebabkan gejala kulit kayu mengelupas, bergetah, dan berubah warna kecoklatan. Kedua gejala ini bisa terjadi bersamaan pada satu pohon, terutama jika kondisi lahan lembap berkepanjangan dan sirkulasi udara di sekitar pangkal batang buruk akibat gulma atau mulsa yang menumpuk terlalu dekat dengan batang.

Pohon yang terinfeksi biasanya menunjukkan daun yang menguning dan rontok secara bertahap, produksi buah menurun, dan pada kasus parah pohon bisa mati dalam satu hingga dua musim setelah gejala awal muncul jika tidak ditangani.

Bagaimana Trichoderma Membantu Melindungi Akar Jeruk

Trichoderma harzianum bekerja sebagai agen hayati yang efektif menekan populasi Phytophthora melalui mikoparasitisme, di mana jamur ini melilit dan menghancurkan struktur sel patogen menggunakan enzim kitinase dan glukanase. Selain serangan langsung, Trichoderma juga unggul dalam kompetisi ruang dan nutrisi di zona perakaran, sehingga Phytophthora kesulitan membangun populasi yang cukup besar untuk menginfeksi jaringan akar maupun pangkal batang.

Mekanisme induksi ketahanan sistemik yang dipicu oleh kehadiran Trichoderma juga membantu tanaman jeruk membangun pertahanan alami yang lebih responsif terhadap serangan patogen, sebuah manfaat yang bekerja secara menyeluruh pada tanaman, tidak hanya terbatas pada area yang langsung diaplikasikan.

Panduan Aplikasi Trichoderma pada Kebun Jeruk

Pencegahan busuk akar dan pangkal batang jeruk membutuhkan aplikasi Trichoderma yang konsisten, disesuaikan dengan fase pertumbuhan dan kondisi musim. Berikut tahapannya:

  • Fase pembibitan: campurkan Trichoderma ke media semai batang bawah sebelum okulasi dilakukan, sehingga akar tumbuh dalam lingkungan yang sudah terlindungi sejak awal.
  • Saat tanam di lahan: aplikasikan di lubang tanam bersamaan dengan pupuk organik matang, terutama pada lahan yang memiliki riwayat serangan Phytophthora pada tanaman sebelumnya.
  • Menjelang dan selama musim hujan: lakukan kocor rutin setiap 2 bulan pada periode ini, karena risiko busuk akar dan pangkal batang meningkat signifikan saat curah hujan tinggi.
  • Setelah panen raya: aplikasikan kembali untuk mendukung pemulihan akar, karena fase pembuahan berat menguras cadangan energi tanaman dan membuatnya lebih rentan terhadap infeksi sekunder.

Produk seperti TricoSniper yang menggabungkan Trichoderma harzianum dengan PGPR bisa diaplikasikan secara rutin pada kebun jeruk untuk mendukung perkembangan akar baru sekaligus menekan tekanan patogen tanah, khususnya pada lahan dengan sejarah masalah drainase.

Menjaga Sanitasi Area Pangkal Batang

Selain aplikasi Trichoderma pada tanah, kebersihan area pangkal batang jeruk perlu dijaga secara khusus karena menjadi titik masuk utama Phytophthora. Gulma dan mulsa sebaiknya tidak menumpuk terlalu rapat pada pangkal batang, dan area ini idealnya dibiarkan sedikit terbuka agar sirkulasi udara tetap lancar sehingga kelembapan tidak terperangkap di kulit kayu.

Untuk lahan dengan drainase buruk, pembuatan guludan atau bedengan tinggi di sekitar pohon jeruk sangat membantu mengalirkan air hujan menjauh dari pangkal batang, mengurangi risiko genangan yang menjadi pemicu utama perkembangan Phytophthora.

Dukungan untuk Pohon Jeruk yang Sudah Terinfeksi Ringan

Pada pohon yang menunjukkan gejala awal busuk pangkal batang, pembersihan jaringan kulit kayu yang sudah membusuk perlu dilakukan sebelum aplikasi Trichoderma dilakukan pada area bekas kerokan tersebut. Kombinasi tindakan mekanis ini dengan aplikasi agen hayati secara rutin dapat membantu menghentikan penyebaran infeksi lebih lanjut, meski pemulihan penuh membutuhkan waktu beberapa musim tergantung tingkat keparahan awal infeksi.

Mempertimbangkan Jenis Batang Bawah yang Digunakan

Ketahanan pohon jeruk terhadap Phytophthora juga dipengaruhi oleh jenis batang bawah yang digunakan saat okulasi. Beberapa jenis batang bawah memiliki toleransi alami yang lebih baik terhadap busuk akar dibanding jenis lain, sehingga pemilihan batang bawah yang sesuai dengan kondisi lahan, terutama pada lahan dengan drainase kurang ideal, dapat menjadi lapisan perlindungan tambahan di luar aplikasi Trichoderma. Kombinasi batang bawah yang lebih toleran dengan program Trichoderma yang konsisten akan memberikan hasil perlindungan yang jauh lebih optimal dibanding hanya mengandalkan satu faktor saja.

Petani yang berencana melakukan replanting atau sulam tanaman pada blok kebun dengan riwayat busuk pangkal batang sebaiknya mempertimbangkan pergantian jenis batang bawah sekaligus mengintensifkan aplikasi Trichoderma pada lubang tanam baru, mengingat inokulum Phytophthora yang sudah ada di lahan tersebut kemungkinan masih bertahan di dalam tanah meski tanaman sebelumnya sudah dibongkar.

Kombinasi dengan Pemupukan Berimbang

Pohon jeruk yang mendapat pemupukan kalium dan unsur mikro yang cukup umumnya menunjukkan ketahanan jaringan kulit kayu yang lebih baik terhadap infeksi Phytophthora, dibanding pohon yang hanya dipacu dengan nitrogen tinggi untuk mengejar pertumbuhan vegetatif. Pemupukan berimbang yang memperhatikan kebutuhan kalium terutama menjelang musim hujan dapat menjadi pelengkap yang baik bagi program aplikasi Trichoderma, membantu tanaman membangun pertahanan struktural sekaligus biologis terhadap tekanan penyakit tanah.

Evaluasi Berkala pada Kebun Jeruk Produktif

Pekebun jeruk yang mengelola kebun dalam skala komersial sebaiknya melakukan evaluasi kondisi pangkal batang seluruh pohon secara berkala, minimal dua kali setahun menjelang dan setelah musim hujan. Evaluasi ini bisa dilakukan sederhana dengan mengamati kondisi kulit kayu di pangkal batang dan mencatat pohon yang menunjukkan gejala awal untuk mendapat penanganan prioritas, sehingga program aplikasi Trichoderma dapat difokuskan pada titik-titik yang paling membutuhkan tanpa harus menyamaratakan perlakuan di seluruh kebun secara tidak efisien.

Pelatihan sederhana bagi pekerja kebun mengenai cara mengenali gejala awal busuk pangkal batang, seperti getah yang keluar dari kulit kayu atau perubahan warna kecoklatan, akan mempercepat deteksi dini sehingga tindakan pengerokan dan aplikasi Trichoderma bisa dilakukan sebelum infeksi menyebar lebih luas ke jaringan kayu di sekitarnya.

Kebun jeruk yang berlokasi di dataran rendah dengan drainase alami yang kurang baik perlu mendapat perhatian ekstra dibanding kebun di dataran yang lebih tinggi, sehingga frekuensi aplikasi dan perbaikan saluran air perlu disesuaikan dengan kondisi topografi masing-masing lahan secara spesifik.

Kesimpulan

Busuk akar dan pangkal batang menjadi ancaman serius bagi produktivitas kebun jeruk, terutama pada lahan dengan drainase kurang ideal dan curah hujan tinggi. Dengan mengaplikasikan Trichoderma harzianum secara konsisten sejak pembibitan, disertai perbaikan sanitasi area pangkal batang dan manajemen drainase lahan yang baik, pekebun jeruk dapat menekan risiko serangan Phytophthora dan menjaga kesehatan pohon secara berkelanjutan.

Punya pertanyaan tentang topik ini?

Konsultan komunitas siap membantu mendiskusikan kasus spesifik di lahanmu. Pendampingan 24 jam untuk anggota.

Lanjutkan Membaca