Lewati ke konten
Keluarga Besar Sniper · Seniman Pertanian
Beranda · Jurnal · budidaya

Trichoderma untuk Mangga: Cara Aplikasi untuk Tanaman Sehat

Tim Seniman Pertanian 5 menit baca 1.075 kata
Trichoderma untuk Mangga: Cara Aplikasi untuk Tanaman Sehat

Trichoderma untuk Mangga: Cara Aplikasi untuk Tanaman Sehat

Pohon mangga dikenal sebagai tanaman buah yang cukup tangguh dan bisa berproduksi selama puluhan tahun, namun bukan berarti bebas dari ancaman penyakit tanah. Banyak pekebun mangga baru menyadari ada masalah pada perakaran ketika pohon yang sudah dewasa tiba-tiba menunjukkan penurunan produksi, daun menguning tidak merata, atau ranting mengering dari bagian ujung tanpa sebab yang jelas dari atas permukaan tanah.

Penyebabnya sering kali adalah gangguan pada sistem perakaran akibat cendawan patogen tanah seperti Fusarium dan Phytophthora, yang secara perlahan merusak jaringan akar dan menghambat penyerapan air serta hara. Pada kebun mangga yang sudah berumur puluhan tahun dan ditanam pada lahan yang sama tanpa rotasi, tekanan patogen tanah cenderung terus terakumulasi seiring waktu.

Masalah Umum pada Perakaran Mangga

Pohon mangga yang ditanam di lahan dengan drainase buruk cenderung lebih rentan terhadap busuk akar, terutama pada musim hujan berkepanjangan saat tanah tergenang dalam waktu lama. Gejala busuk akar pada mangga sering kali tidak langsung terlihat karena pohon memiliki cadangan energi yang cukup besar untuk sementara menutupi kerusakan di bawah tanah, sehingga saat gejala di atas permukaan mulai tampak, kerusakan akar biasanya sudah cukup signifikan.

Selain busuk akar, pembibitan mangga juga rentan terhadap serangan patogen tanah pada fase awal pertumbuhan, terutama jika media semai menggunakan tanah yang belum steril atau sudah pernah digunakan berulang kali untuk pembibitan tanaman lain.

Peran Trichoderma pada Kesehatan Akar Mangga

Trichoderma harzianum bekerja sebagai agen hayati yang menekan populasi patogen tanah melalui mikoparasitisme dan kompetisi ruang tumbuh di zona perakaran. Kemampuan Trichoderma menghasilkan enzim kitinase dan glukanase membuatnya efektif merusak struktur sel jamur patogen seperti Fusarium dan Phytophthora yang umum menyerang akar mangga, sekaligus mempercepat kolonisasi akar oleh mikroba menguntungkan sebelum patogen sempat menginfeksi.

Di sisi lain, Trichoderma turut membantu proses dekomposisi bahan organik di sekitar perakaran, termasuk seresah daun mangga yang jatuh dan menumpuk di bawah kanopi pohon, sehingga secara bertahap memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan ketersediaan hara alami bagi tanaman.

Panduan Aplikasi Trichoderma pada Berbagai Fase

Aplikasi Trichoderma pada mangga bisa disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman, mulai dari pembibitan hingga pohon dewasa yang sudah berproduksi. Berikut tahapannya:

  • Fase pembibitan: campurkan Trichoderma ke media semai sebelum biji atau batang bawah okulasi ditanam, agar akar tumbuh dalam lingkungan yang sudah terlindungi dari patogen tanah sejak awal.
  • Saat tanam di lahan: aplikasikan Trichoderma di lubang tanam bersama pupuk kandang atau kompos matang, karena bahan organik menjadi sumber makanan yang membantu Trichoderma berkembang biak dan bertahan lebih lama di tanah.
  • Pohon muda (belum berbuah): lakukan kocor rutin setiap 2-3 bulan di sekitar area perakaran untuk mendukung pertumbuhan akar yang optimal selama fase vegetatif aktif.
  • Pohon dewasa produktif: aplikasikan menjelang musim hujan dan setelah masa panen, saat pohon membutuhkan pemulihan energi dan berisiko lebih tinggi terhadap serangan penyakit akar akibat kelembapan tanah yang meningkat.

Bagi pekebun yang ingin memperkuat sistem perakaran sekaligus menekan risiko patogen tanah secara bersamaan, produk seperti TricoSniper yang mengandung Trichoderma harzianum dan PGPR bisa menjadi pilihan praktis untuk diaplikasikan secara berkala pada kebun mangga, baik skala rumahan maupun kebun komersial.

Kombinasi dengan Perawatan Kebun Lainnya

Perbaikan drainase tetap menjadi langkah penting yang tidak bisa digantikan oleh aplikasi Trichoderma semata, terutama pada lahan dengan tekstur tanah liat berat yang mudah tergenang. Pembuatan bedengan atau guludan di sekitar area perakaran dapat membantu air mengalir lebih lancar dan mengurangi risiko genangan yang memicu perkembangan patogen anaerobik.

Pemangkasan ranting yang terlalu rapat juga membantu meningkatkan sirkulasi udara di sekitar kanopi, yang secara tidak langsung turut memengaruhi kelembapan tanah di bawahnya. Kombinasi perbaikan drainase, pemangkasan, dan aplikasi Trichoderma secara rutin menciptakan lingkungan tumbuh yang jauh lebih mendukung kesehatan pohon mangga secara menyeluruh.

Tanda Pohon Mangga yang Sehat Berkat Perawatan Konsisten

Pohon mangga dengan sistem perakaran yang sehat umumnya menunjukkan pertumbuhan tunas baru yang lebih serempak, daun berwarna hijau tua merata, dan kemampuan pemulihan yang lebih cepat setelah masa panen berat. Petani yang konsisten mengaplikasikan Trichoderma pada kebunnya biasanya juga melaporkan tanaman lebih tahan terhadap periode kekeringan, karena akar yang sehat mampu menjangkau cadangan air di lapisan tanah yang lebih dalam.

Pertimbangan Aplikasi pada Mangga Tabulampot

Selain kebun terbuka, banyak penggemar tanaman buah kini membudidayakan mangga dalam pot (tabulampot) di pekarangan rumah. Media tanam dalam pot memiliki volume terbatas dan lebih cepat jenuh air dibanding lahan terbuka, sehingga risiko busuk akar sebenarnya bisa lebih tinggi jika penyiraman tidak dikontrol dengan baik. Aplikasi Trichoderma pada tabulampot mangga perlu dilakukan lebih sering, idealnya setiap 4-6 minggu, mengingat populasi mikroba dalam volume media yang kecil lebih mudah terganggu oleh fluktuasi kelembapan dibanding di lahan terbuka.

Penggantian media tanam secara berkala pada tabulampot juga menjadi momen penting untuk mengaplikasikan ulang Trichoderma, karena media baru belum tentu memiliki populasi mikroba menguntungkan yang memadai, terutama jika menggunakan campuran tanah dan kompos yang belum benar-benar matang atau steril dari kontaminasi patogen sebelumnya.

Interaksi dengan Pupuk Organik Cair

Banyak pekebun mangga juga menggunakan pupuk organik cair sebagai suplemen nutrisi tambahan. Trichoderma umumnya kompatibel dengan pupuk organik cair yang tidak mengandung bahan pengawet kimia keras, dan kombinasi keduanya justru bisa saling mendukung karena bahan organik dalam pupuk cair menjadi sumber nutrisi tambahan bagi perkembangan koloni Trichoderma di zona perakaran. Namun sebaiknya kedua aplikasi ini tidak dicampur dalam satu wadah sebelum digunakan, melainkan diaplikasikan secara terpisah dengan jeda waktu singkat untuk menjaga viabilitas masing-masing.

Memilih Waktu Panen yang Tidak Mengganggu Program Perakaran

Pohon mangga yang sedang dalam masa pemulihan pasca panen berat sebaiknya tidak langsung dipaksa berbunga kembali dengan perlakuan zat pengatur tumbuh tanpa memperhatikan kondisi akarnya terlebih dahulu. Memberi jeda waktu bagi akar untuk pulih, didukung aplikasi Trichoderma pasca panen, akan menghasilkan siklus pembungaan berikutnya yang lebih sehat dibanding memaksakan pembungaan pada tanaman yang akarnya belum sepenuhnya pulih dari beban produksi sebelumnya.

Bagi kebun mangga yang menerapkan sistem tumpang sari dengan tanaman semusim di sela-sela barisan pohon, perlu diperhatikan agar aplikasi pupuk atau pestisida pada tanaman sela tidak mengganggu populasi Trichoderma yang sudah dibangun di sekitar perakaran pohon mangga utama.

Pengalaman dari sesama pekebun mangga di suatu wilayah juga bisa menjadi sumber pembelajaran berharga, terutama mengenai penyesuaian dosis dan jadwal aplikasi yang paling cocok dengan karakteristik tanah setempat, sesuatu yang tidak selalu tercantum secara detail pada label kemasan produk.

Kesimpulan

Kesehatan akar menjadi fondasi utama produktivitas pohon mangga dalam jangka panjang, dan gangguan pada bagian ini sering kali tidak terdeteksi sampai kerusakannya cukup signifikan. Dengan mengaplikasikan Trichoderma harzianum secara konsisten sejak fase pembibitan hingga pohon dewasa, disertai perbaikan drainase dan sanitasi kebun yang baik, pekebun mangga dapat menjaga kesehatan tanaman dan mendukung produktivitas buah secara berkelanjutan.

Punya pertanyaan tentang topik ini?

Konsultan komunitas siap membantu mendiskusikan kasus spesifik di lahanmu. Pendampingan 24 jam untuk anggota.

Lanjutkan Membaca