Tulisan dari Lahan, Untuk Petani.
kisah sukses petaniSarjana Pertanian IPB Sukses Budidaya Cabai di Tasikmalaya Bersama Seniman Pertanian
Gelar sarjana pertanian dari IPB tidak cukup menghadapi serangan penyakit di lapangan. Teh Erin menemukan jembatan antara teori kampus dan praktik nyata melalui Buku Sakti dan bimbingan langsung Daniel MBJ.
Sabet Juara 1 Kostrad Saat Harga Tembus 120 Ribu, Kopda Adi Saputra Sulap Lahan Asrama Yonif 330 Bandung Jadi Lautan Cabai Rawit
Dari lahan pekarangan asrama militer yang terbatas, Kopda Adi Saputra meraih Juara 1 Kostrad dan memilih menjual cabainya di bawah harga pasar demi stabilitas dapur rekan sejawatnya.
Tanpa Pupuk Dasar Kimia dan Kohe, Kang Jami Sukses Tanam 9.000 Cabai Sniper di Lahan Janda Garut
Lahan janda dianggap bermasalah oleh kebanyakan petani. Kang Jami membuktikan sebaliknya — dengan biaya input yang lebih rendah dari konvensional dan hasil yang jauh lebih baik.
Dianggap Mustahil, Om Iwan Tembus 189 Kg Cabai Sniper Sekali Petik dari 900 Lubang di Cianjur
Fase ke-20 adalah saat kebanyakan cabai sudah afkir. Om Iwan justru mencatat 189 kg dalam sekali petik — dari lahan janda yang sempat dihantam bercak daun dan infeksi bakteri.
Tembus Petikan ke-9 Tanpa Virus Gemini, Pak Nasir Panen Puluhan Ton Cabai Sniper di Lahan 4 Hektare Jember
70.000 batang di lahan 4 hektare, lokasi endemik virus Gemini, olah lahan yang tidak ideal di awal — dan hasilnya: nol persen kematian dari virus di tengah lahan tetangga yang rontok semua.
Dikepung Lahan Tetangga Kena Virus Gemini, Kang Mahesa Raih 90% Keberhasilan 3.000 Cabai Sniper di Garut
Menanam 3.000 batang cabai bersebelahan langsung dengan lahan yang hancur karena virus Gemini, hanya punya waktu merawat 1x sehari — dan hasilnya 90% bebas virus.
kisah sukses petaniPetik Ke-2 Tembus 160 Kg: Kisah Om Totong Tanam Cabai Rawit Sniper di 1.000 MDPL Sumedang
Lima bulan merawat tanaman yang sempat tersisa batang dan sedikit daun karena serangan hama dari kebun tetangga. Tapi di petikan kedua, 160 kg langsung menutup semua biaya perawatan — dan panen berikutnya hampir murni keuntungan.
Bebas Virus Gemini 100%, Om Sukisman Buktikan Panen Cabai Sniper Tetap Melimpah di Jantung Endemik Sleman
Di Sleman yang dikenal sebagai episentrum virus kuning, Om Sukisman menerima tantangan yang dianggap mustahil: menanam cabai tegak dan membuktikannya bisa 100% bebas virus di usia 63 HST.
kisah sukses petaniTomat dan Timun Sudah Panen, Cabainya Masih Berbuah — Inilah Strategi Abdul, Petani Sumedang di Ketinggian 1.000 MDPL
Modal sudah balik dari tomat dan timun, sementara cabai rawit Sniper masih berbuah dan harga sedang bagus. Inilah strategi tumpang sari tiga komoditas yang Abdul rancang dengan cermat di dataran tinggi Sumedang.
Tanpa ke Luar Negeri, Mas Tegar (19) Cetak Omzet 30 Juta Per Bulan dari Cabai CMK di Klaten
Di usia 19 tahun, saat teman sebayanya memilih merantau atau menjadi buruh migran, Mas Tegar memilih menggarap lahan lokal. Hasilnya: omzet 30 juta per bulan dari cabai merah keriting.
kisah sukses petaniUsia 14 Tahun Terjun di Dunia Pertanian dan Sukses Tanam Tomat di Bandung
Saat teman sebayanya masih sibuk bermain, Muhammad Fadli sudah turun ke lahan setiap pagi sebelum sekolah — dan menghasilkan tomat berkualitas yang membuat petani dewasa di sekitarnya terkesan.
Sempat Hancur Kena Thrips, Kolaborasi Mas Ahmad & Mas Ilham Raih Juara Petani Milenial Berkat Cabai Sniper di Blora
Modal dari gadai perhiasan istri hampir habis karena serangan thrips yang membekukan daun. Mas Ahmad dan Mas Ilham belajar dari nol, membentuk kelompok tani milenial, dan akhirnya menyabet Juara 1 Petani Milenial Kabupaten Blora.
